Rabu, 27 Mei 2009

Pdt. DR. JUNRI J ALLOW (Ketika Kotbah) di GBI Penggembalaan: Pdt. Syaiful Hamzah, S.Th
































Tema:
Mengapa Orang Benar Menderita?

Nats. 2 Kor 12:7-10


Dalam kitab Perjanjanjian Baru, Rasul Paulus merupakan salah
seorang tokoh yang sangat terkenal dan paling besar. Dan kalau
kita melihat kehidupan rasul Paulus ini tidak semudah dengan apa
yang kita pikirkan karena dulu dia seorang penganiaya orang-orang
percaya, tetapi ketika Tuhan menjamahnya dia langsung bertobat
dan menerima Tuhan sebagai Tuhan dan juruselamatnya. Tapi setelah
ia bertobat tidak gampang bagi rasul Paulus ketika ia sudah menerima
Tuhan justru semakain ia mengenal Tuhan ia semakin mengalami banyak penderitaan dan siksaan dalam menyebarkan injil kebenaran Tuhan.
Sekarang bagi kita yang sudah berada dalam Tuhan, mungkin kta sering
bertanya dalam hati mengapa Tuhan menginjikan orang benar menderita?
Ada 4 hal yang Tuhan ajarkan kepada kita mengapa kita menderita?

1. Itu adalah proses untuk kita

Masalah apapun yang kita alami itu merupakan bagian dari proses
untuk kita dan adalah cara Tuhan bagi umat-Nya supaya tidak meninggikan
diri (sombong). Tihan izinkan hal ini terjadi supaya kitamengoreksi diri.
Ada 3 cara yang Tuhan pakai untuk berbicara kepada umat-Nya:

a. Suara (Voice of God)

b. Pesan (Message)

c. Mimpi / dreaming (Penglihatan)


2. Lihatlah hal ini untuk membentuk kita

Kalau Tuhan izinkan kitamnegali penderitaan, problem, krisis dalam
hidup kita, anggaplah hal ini merupakan pembentukan agar kita tetap
rendah hati, setia dan taat kepada Tuhan dan tetap percaya kepada-Nya
apapun keadaan kita seperti Ayub.


3. Supaya kita mengubah cara pandang kita atau cara berfikir

Hal yang utama kita perhatikan bahwa semakin dekat kita sama Tuhan,
maka semakin banyak masalah yang akan kita alami, Tuhan izinkan
hal ini terjadi karena Dia mempunyai rencana yang indah buat kita aga
kita tidak mengandalkan kekuatan kita. Oleh karena itu kita harus
mengubah cara berfikir kita dan menyerahkan sepenuhnya totalitas
hidup kita yaitu tubuh kita sendiri (Roma 12:1).


4. Supaya kita tetap berdoa

Supaya kita tidak jemu-jemu berdoa walaupun kita dalam penderitaan.
Tuhan mengajarkan agar kita tetap beraoa walaupun ditengah-tengah
kelemahan, siksaan, penganiyaan, dan kesukaran oleh karena Kristus
seperti yang dialami oleh rasul Paulus (ayat 9 dan 10) supaya kita tidak
bermegah, tetapi sebaliknya kita mengucap syukur atas karunia yang
Tuhan berikan kepada kita.

Aplikasi:
Tuhan menginjinkan kita mengalami berbagai macam penderitaan
karena itu adalah proses agar kita tidak meninggikan diri / sombong
dan kita harus melihat hal ini menjadi sebuah pembentukan kita agar
cara pandang / berfikir kita, kita ubah dan akirnya Tuhan mengajarkan
kepada kita agar kita tetap berdoa dan bersyukur atas kasih karunia yang diberikan-Nya kepada kita.